Hindari Jenis Makanan Ini, Agar Terhindar Dari Bau Mulut Saat Berpuasa

Posted on

Ramadhan adalah bulan dimana umat muslim dilarang makan dan minum sampai matahari terbenam selama satu bulan penuh, meski sebenarnya puasa adalah hal yang lebih dari itu. Puasa memberi manfaat kesehatan, tetapi juga tak lepas dari dari situasi buruk yang melekat dari aktivitas puasa, salah satunya adalah bau mulut.

Apa yang menyebakan seseorang yang sedang berpuasa cenderung bau mulut?

Ketika berpuasa, produksi air liur kita akan berkurang. Akibatnya, kita akan rentan terkena kontaminasi kuman.

Air liur berfungsi sebagai antiseptik alami dalam mulut, sehingga terhindar dari infeksi tenggorokakn maupunb daerah mulut. Dengan berkurangnya produksi air liur, mulut akan semakin kering sehingga kuman lebih mudah berkembang biak sehingga resiko infeksi meningkat.

Gangguan ini dapat menyebabkan bau mulut, sariawan, sakit tenggorokan, bahkan mengalami influenza saat berpuasa.

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan rongga mulut dan tenggorokan adalah berkumur dengan menggunakan antiseptik sebanyak 2 kali sehari. Hal ini berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan bakteri, virus dan jamur di sekitar mulut dan tenggorokkan.

Menurut dr. Syahrial M. Hutauruk, SpTHT-KL(K)., Ketua Divisi Laring Faring Departemen THT FKUI/RSCM., pada saat puasa, jumlah air liur di mulut kita berkurang karena adanya kekurangan asupan cairan.

“Karena kurangnya asupan cairan, maka kontaminasi bakteri dan virus menjadi semakin mudah terjadi. Hal ini disebabkan oleh kurangnya lapisan air liur di mulut kita yang harusnya dapat melawan bakteri,” jelasnya.

“Cermati jenis makanan yang dikonsumsi saat puasa dan juga jaga kondisi flora bakteri baik yang normal terdapat dalam mulut,” imbuhnya.

Adapun jenis-jenis makanan yang dapat menimbulkan gangguan mulut dan tenggorokkan adalah makanan berminyak, berlemak, dan berkadar gula tinggi.

Sejumlah sayuran dengan kadar sulfur tinggi seperti brokoli, asparagus, daun sawi hijau dan jenis sayuran hijau pekat lain juga dapat menyebabkan bau mulut. Pada dasarnya bakteri dalam mulut memproduksi sejenis senyawa kimia serupa sulfur. Ditambah dengan sulfur yang tertinggal pada mulut dari sisa makanan yang diasup, maka akan menimbulkan interaksi dengan senyawa alami bakteri dan menjadi penyebab bau mulut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *